Contoh Kasus Yang Sering Terjadi Ketika Tawaran Rumah Murah Berujung Penipuan

Harga hunian yang semakin mahal dari waktu ke waktu membuat banyak orang berlomba untuk berburu hunian dengan budget seminimal mungkin. Pilihan rumah murah ini menjadi buruan orang-orang kalangan menengah ke bawah karena mereka berfikir hal ini menjadi kesempatan langka. Hal ini tidak boleh disia-siakan saat sudah ada di depan mata. Jadi tidak mengherankan bila ada tawaran atau iklan rumah murah semua berlomba untuk mendapatkannya. Bila Anda menemukan iklan rumah dijual dengan murah, Anda harus tetap berfikir dengan rasional agar nantinya tidak tertipu dengan tawaran tersebut.


Contoh Kasus Membeli Rumah Murah Yang Berujung Penipuan

Sebagai calon pembeli, Anda harus tetap waspada dan cermat sebelum membeli dan tidak hanya tergiur karena melihat harga yang murah saja. Banyak kasus penipuan yang terjadi karena hal tersebut dan sebagai contohnya adalah sebuah kasus penjualan rumah murah di daerah Bandung dengan harga 60 juta. Penjualnya mengatakan bahwa ada 20 unit rumah tipe 54/70 yang dijual murah karena masih dalam masa promosi.

Mendengar informasi ini tentu saja banyak orang yang berebut untuk membelinya tanpa berfikir dua kali karena harganya tergolong sangat murah. Para pembeli tanpa berfikir panjang menyerahkan booking fee yang diminta dengan nominal 5 juta dengan cara ditransfer. Selain itu para korban penipuan juga telah mentransfer sisa harga yang harus dibayarkan yaitu 55 juta. Jadi para korban telah melunasi semua biayanya namun tak kunjung mendapatkan sertifikat atau rumah tersebut.

Karena merasa curiga akhirnya para korban mendatangi lokasi rumah yang dijanjikan tersebut. Yang lebih mengejutkannya adalah kavling tersebut belum dibangun apapun dan setelah menanyakannya ke penduduk sekitar, ternyata tanah belum dibeli dan belum ada perizinan apapun. Ini hanya salah satu contoh saja, masih banyak contoh yang lain dikarenakan tergiur harga murah dan tidak berfikir bahwa bisa saja hal tersebut adalah sebuah penipuan.

Tips Membeli Rumah Agar Tidak Tertipu

Membeli rumah bukanlah hal yang mudah apalagi untuk Anda yang belum berpengalaman sehingga mudah tergiur oleh harga yang murah. Berikut ini ada beberapa tips yang wajib Anda ketahui agar nantinya tidak tertipu.

1. Cek status rumah dan tanah

Apabila Anda sudah menemukan tanah yang cocok menurut budget dan lokasi, jangan gegabah hanya karena harganya murah saja. Berfikirlah dengan matang lalu lanjutkan dengan mengecek status tanah dan rumah yang dijual tersebut. Bila Anda tidak ingin kerepotan menanyakan statusnya di Badan Pertanahan Nasional (BPN), Anda dapat menggunakan layanan online BPN agar lebih mudah dan hemat waktu. Akan lebih baik lagi bila Anda melakukan pengecekan langsung ke TKP dan menanyakan ke masyarakat lingkungan sekitar agar lebih yakin. Jangan sampai Anda tergiur dan tertipu hanya karena melihat foto saja.

2. Cek legalitas tanah

Sesudah mengetahui status tanah tersebut, selanjutnya Anda dapat menghubungi penjualnya dan menanyakan perihal surat-surat tanah. Pastikan bila rumah dan tanah tersebut memiliki legalitas sehingga nantinya tidak ada hal merepotkan di kemudian hari. Surat terpenting yang harus Anda cek adalah sertifikat tanah dan pastikan itu surat asli karena banyak sekali penipuan yang terjadi karena sertifikatnya palsu dan pembeli menanggung kerugian.

3. Gunakan jasa notaris PPAT

Menggunakan jasa notaris PPAT memang membutuhkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan, namun hal itu bukan masalah demi jaminan keamanan. Dengan menggunakan jasa tersebut, Anda tidak akan mudah dipermainkan dan ditipu karena sudah aman menurut hukum. Selain sebagai saksi, notaris PPAT ini juga akan memberikan info tentang prosedur jual beli. Hal ini akan sangat berguna bagi Anda yang masih awam.

Itulah beberapa tips yang harus Anda ketahui agar tidak terlena dengan tawaran rumah murah yang diiklankan Mendapat kesempatan membeli rumah dengan harga murah memang langka, namun kewaspadaan dan ketelitian tidak boleh dilupakan. Semoga informasi ini membantu Anda.